
PALEMBANG, 29 September 2026 – Dalam upaya mempercepat terwujudnya Smart Village di Sumatera Selatan, DPD IAPA Sumatera Selatan menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Binaan Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Program ini berfokus pada pendampingan tata kelola administrasi desa yang adaptif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI).
Kegiatan yang berlangsung dari ketua IAPA Sumatera Selatan Dr. Andries Lionardo, M.Si yang di ikuti 8 akademisi yaitu, Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, STISIPOL Candradimuka, STIA-P ADS AL Farizi, STIA Satya Negara, Universitas Indo Global Mandiri, STIA Balaputradewa dan yang menjadi narasumber Universitas Terbuka, serta diikuti oleh Kepala Desa yaitu Dedi Arsadi, perangkat desa, serta kader pemuda Desa Sungai Rebo, serta mahasiswa dari beberapa universitas terlibat. Program ini hadir sebagai respons atas tantangan pelayanan publik di tingkat desa yang seringkali terkendala oleh proses administrasi manual, penumpukan arsip, dan lambatnya respons terhadap kebutuhan data warga.
Ketua DPD IAPA Sumatera Selatan, Dr. Andries Lionardo, M.Si, menyatakan bahwa integrasi AI dalam administrasi desa bukan bertujuan untuk menggantikan peran perangkat desa, melainkan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam melayani masyarakat.
"Kami melihat Desa Sungai Rebo memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan desa digital di Kabupaten Banyuasin. Melalui pendampingan ini, kami memperkenalkan tools AI yang dapat membantu perangkat desa dalam mengotomatisasi pembuatan surat-menyurat, menganalisis data demografi warga secara real-time, hingga memprediksi kebutuhan bantuan sosial yang tepat sasaran. Ini adalah wujud nyata kami menjembatani kemajuan teknologi dengan kebutuhan akar rumput.
Dalam pendampingan tersebut, tim pengabdian DPD IAPA Sumatera Selatan memperkenalkan beberapa sistem adaptif berbasis AI, di antaranya: Asisten Pembuatan Surat Otomatis: Template cerdas yang dapat menyusun draf surat keterangan warga hanya dengan memasukkan NIK dan nama, memangkas waktu pelayanan dari hitungan menit menjadi detik.
Dashboard Analisis Data Warga: Pemanfaatan AI untuk memetakan kerentanan ekonomi dan kesehatan warga, sehingga penyaluran bantuan desa menjadi lebih akurat dan transparan.
Chatbot Layanan Informasi Desa: Pelatihan pembuatan bot WhatsApp berbasis AI yang dapat menjawab pertanyaan warga terkait syarat administrasi dan jadwal pelayanan desa selama 24 jam.
Kepala Desa Sungai Rebo, Dedi Arsadi, menyambut sangat baik inisiatif dari DPD IAPA Sumatera Selatan ini. Ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan Indeks Pelayanan Publik di desanya.
"Kami sangat berterima kasih kepada DPD IAPA Sumsel yang telah memilih Desa Sungai Rebo sebagai desa binaan. Sebelumnya, kami sering kewalahan saat musim pencairan bantuan atau pembuatan surat massal. Dengan adanya pendampingan AI ini, pelayanan ke warga bisa jauh lebih cepat, rapi, dan tidak rawan kesalahan data.
Ke depannya, DPD IAPA Sumatera Selatan akan terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta memperluas jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah dan akademisi untuk memastikan keberlanjutan sistem administrasi berbasis AI di Desa Sungai Rebo.






