Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Pelaksaan Kerjasama (IA) Konsorsium Universitas Ahmad Dahlan, I

Palembang, 22 September 2026 – Dalam upaya memperkuat ekosistem akademik dan riset berskala internasional, Universitas Ahmad Dahlan bersama perguruan tinggi terkemuka lainnya resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan konsorsium. Bersamaan dengan itu, konsorsium juga secara resmi meluncurkan pelaksanaan International Conference on Information Systems and Social Sciences / sesuaikan kepanjangan resmi (ICISSS) 2026.

Acara penandatanganan MoU dan peluncuran konferensi ini berlangsung di ruang kelas Mikom STISIPOL Candradimuka, dan dihadiri oleh Dr. Deby Hestiriniah, M.Si Wakil Ketua III Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan dan Alumni, serta seluruh Kaprodi Strata I dan Strata II.

MoU yang ditandatangani ini mencakup ruang lingkup kolaborasi yang komprehensif, meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum bersama, publikasi jurnal internasional bereputasi, hingga hibah riset kolaboratif (joint research grants). Langkah strategis ini dinilai sebagai respons atas tuntutan globalisasi pendidikan tinggi yang membutuhkan sinergi lintas institusi.

Dr. Arif Rahman, M.Pd.I, Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan, selaku Koordinator Konsorsium, menyatakan, "Penandatanganan MoU hari ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata dari perguruan tinggi kami untuk menghapus sekat-sekat institusional. Melalui konsorsium ini, kami ingin menciptakan mobilitas akademik yang lebih fluida dan menghasilkan luaran riset yang berdampak global, dimulai dengan kolaborasi pada ICISSS 2026."

Sebagai wujud nyata implementasi kerjasama konsorsium, Konferensi ini menargetkan kehadiran lebih dari kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa pascasarjana dari 5 negara International dan 13 Universitas dan 1 sekolah MTS Plus. ICISSS 2026 akan menghadirkan sejumlah keynote speakers kelas dunia dari Universitas top di Eropa dan Asia, serta memfasilitasi publikasi prosiding yang terindeks indeks, misal: Scopus / Web of Science.