Seminar Komunikasi Spek To Stand Out Mengatasi Mental Block Untuk Personal Branding

Suasana di PSX Mall Palembang pada siang hari Kamis terlihat berbeda dengan kehadiran sejumlah mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang yang mengikuti Seminar Komunikasi Semester 7. Kegiatan ini termasuk dalam serangkaian mata kuliah Seminar Komunikasi yang diajarkan oleh Junior Zamrud Pahalmas, M.I.Kom, dan menghadirkan dua pembicara profesional di bidang pengembangan diri serta branding. Acara ini dimoderatori oleh Syifa, yang berhasil menjaga agar diskusi tetap dinamis dan interaktif.

Dengan mengusung topik “Mengatasi Mental Block Untuk Personal Branding Yang Lebih Akurat”, seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya mengenali kendala mental sembari menciptakan identitas yang asli, terutama di tengah arus persaingan dunia komunikasi dan media yang kian berkembang.

 

Mengenali Mental Block Lewat Pengalaman Pribadi

Pengisi acara pertama, Bapak Andika Nugraha, S.Psi., M.I.Kom, memulai materi dengan mengundang semua peserta untuk lebih mendalami diri mereka sendiri. Ia memulainya dengan meminta para pendengar mengisi kuesioner yang mencakup daftar hambatan mental yang mungkin mereka hadapi. Kegiatan ini berfungsi sebagai pemicu diskusi yang mendorong mahasiswa untuk lebih merenungkan keadaan mental mereka.

Dalam penjelasannya, Pak Andika mengungkapkan bahwa mental block adalah sebuah rintangan mental yang dapat timbul akibat pengalaman negatif, rasa takut akan kegagalan, hingga kurangnya rasa percaya diri. Ia berpendapat bahwa banyak individu tidak mampu berkembang bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, tetapi karena mereka tidak menyadari adanya penghalang mental yang menghalangi langkah mereka.

“Menghadapi mental block tidak berarti menghindari problem, melainkan belajar untuk memahami diri sendiri dan menemukan solusi untuk mengatasi rintangan tersebut,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa keberanian untuk menerima kelemahan diri merupakan langkah krusial menuju perbaikan yang lebih baik.

 

Personal Branding dan Pencitraan

Sesi kedua dipandu oleh Bapak Arie Kristo M.I.Kom. yang menjelaskan tentang ide personal branding. Ia memulai penjelasannya dengan menjelaskan perbedaan antara dua istilah yang sering disamakan, yaitu personal branding dan pencitraan.

Menurut Pak Arie, personal branding adalah nilai atau identitas diri yang secara konsisten diterima oleh orang lain, sementara pencitraan adalah representasi yang diciptakan dengan sengaja untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Ia menekankan bahwa meski keduanya sering muncul dalam komunikasi, tetapi memiliki tujuan dan cara yang berbeda.

“Menjadi sebuah merek pribadi bukan hanya terkait bagaimana kita ingin dikenal, melainkan juga bagaimana pandangan orang lain tentang kita. Ini memerlukan keselarasan dalam perilaku, nilai, dan kemampuan,” tambahnya. Pak Arie juga menegaskan bahwa merek pribadi yang tangguh dapat membedakan individu dalam sektor pekerjaan, sekaligus berfungsi sebagai alat pemasaran diri yang efisien.