
Yogyakarta, 22 Juni 2026 – Sebanyak 14 institusi yang terdiri atas 12 perguruan tinggi, satu penerbit, dan satu madrasah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Konsorsium Universitas dan Institusi dalam sebuah seremoni yang dilaksanakan secara daring pada Senin (22/6/2026).
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal terbentuknya jejaring kolaborasi akademik lintas institusi yang berfokus pada penguatan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai program strategis lainnya yang berorientasi pada kemajuan pendidikan dan keberlanjutan.
Diinisiasi Tiga Institusi, FAI UAD Menjadi Host Penandatanganan
Pembentukan konsorsium ini diinisiasi oleh tiga institusi, yaitu Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (FISIPOL Untidar), serta Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri (FIPB UIGM).
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan bertindak sebagai host penyelenggara yang memfasilitasi pertemuan para pimpinan institusi dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dihadiri oleh para rektor, ketua, dekan, direktur, dan kepala lembaga dari masing-masing institusi peserta yang menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sinergi dan kerja sama jangka panjang.
Melibatkan 14 Institusi dari Berbagai Sektor Pendidikan
Institusi yang tergabung dalam penandatanganan MoU konsorsium ini meliputi:
- Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan;
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar;
- Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri;
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta;
- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta;
- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Wasi’ Kaur;
- Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah Indo Global Mandiri;
- Institut Agama Islam Nur Raudhatul Ulum;
- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta;
- Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an An Nur Yogyakarta;
- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka;
- Universitas Islam Jakarta;
- Janardana Pustaka Media;
- MTs Plus Sa’idiyah Lubuk Batang Baru.
Keberagaman institusi yang terlibat menunjukkan bahwa konsorsium ini tidak hanya menghimpun perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan sektor penerbitan dan pendidikan menengah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang lebih luas dan inklusif.
Bangun Roadmap Kolaborasi Jangka Panjang
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan konsorsium ini merupakan hasil komunikasi dan inisiasi yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir oleh institusi penggagas.
Menurutnya, kerja sama ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas kelembagaan, tetapi sebagai wadah kolaborasi yang memiliki arah dan target yang jelas.
“Melalui konsorsium ini, kami ingin membangun ekosistem kerja sama yang berkelanjutan. Tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi seluruh institusi yang terlibat,” ujarnya.
Arif Rahman juga memaparkan roadmap besar konsorsium yang mencakup penyelenggaraan konferensi internasional, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pertukaran narasumber dan dosen, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga program pengabdian masyarakat lintas institusi.
Pimpinan Institusi Sambut Positif Inisiasi Konsorsium
Pada sesi sambutan, para pimpinan institusi peserta menyampaikan apresiasi atas inisiasi pembentukan konsorsium tersebut. Mereka menilai bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan dinamis.
Para pimpinan berharap agar MoU yang telah ditandatangani dapat menjadi dasar bagi implementasi program-program konkret yang berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan institusi, peningkatan kualitas akademik, dan kontribusi terhadap masyarakat.
Semangat saling menguatkan, berbagi sumber daya, serta memperluas jejaring akademik menjadi pesan utama yang mengemuka dalam forum tersebut.
ICISSS 2026 Menjadi Program Perdana Konsorsium
Sebagai langkah awal implementasi kerja sama, konsorsium akan menyelenggarakan The 1st International Conference on Interdisciplinary Social Sciences and Sustainability (ICISSS 2026) pada 25 Juni 2026 secara daring.
Konferensi internasional perdana ini mengusung tema: “Advancing Knowledge, Policy, and Social Transformation for Sustainable Futures.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kebijakan publik, serta transformasi sosial yang berkontribusi terhadap masa depan yang berkelanjutan.
Menurut Dr. Arif Rahman, ICISSS 2026 merupakan bukti nyata bahwa konsorsium yang baru dibentuk tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi langsung diwujudkan melalui kegiatan akademik berskala internasional.
“ICISSS 2026 menjadi implementasi awal dari kerja sama yang kami bangun. Persiapan konferensi berjalan dengan sangat baik berkat dukungan kampus-kampus mitra. Antusiasme peserta juga sangat tinggi, bahkan melampaui ekspektasi awal panitia,” ungkapnya.
https://icisss.jarpusmed.org/
Libatkan Peserta dari Lima Negara
ICISSS 2026 berhasil menarik perhatian akademisi, peneliti, mahasiswa, guru, dan praktisi dari berbagai negara. Hingga menjelang pelaksanaan, konferensi ini melibatkan partisipan dari sedikitnya lima negara, yaitu:
- Indonesia
- Malaysia
- Pakistan
- Bangladesh
- Palestina
Keterlibatan peserta dari berbagai negara tersebut menunjukkan semakin luasnya jejaring akademik internasional yang berhasil dibangun melalui kolaborasi antarinstitusi dalam konsorsium.
Hadirkan Pembicara Internasional dari Palestina, Malaysia, dan Indonesia
Untuk memperkaya diskusi akademik, ICISSS 2026 menghadirkan narasumber dari tiga negara yang memiliki kepakaran pada bidang masing-masing.
Pembicara pertama adalah Dr. Tawfiq Yousef Tawfiq Zyoud dari Palestine Technical University Kadoorie, Palestine, yang akan menyampaikan keynote speech berjudul: “Artificial Intelligence and Digital Health for Sustainable Healthcare Systems.”
Materi tersebut akan membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi kesehatan digital dalam mendukung sistem layanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dari Indonesia, hadir Dr. Amaliatulwalidain, M.A. dari Universitas Indo Global Mandiri, yang akan menyampaikan materi: “The Transformative of Islamic Feminism: The Case of Aisyiyah Movement Practice in Indonesia.”
Sesi ini akan mengulas perkembangan dan transformasi gerakan feminisme Islam melalui pengalaman organisasi Aisyiyah dalam konteks Indonesia.
Sementara itu, pembicara dari Malaysia, Mohamad Hilmi Mat Said, Ph.D. dari Universiti Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah, akan mempresentasikan topik: “Sustainable Human Development through Islamic Values: An Interdisciplinary Perspective.”
Paparan tersebut menyoroti kontribusi nilai-nilai Islam dalam mendukung pembangunan manusia yang berkelanjutan melalui pendekatan interdisipliner.
Lebih dari 450 Abstrak Diterima, 310 Artikel Siap Dipresentasikan
Sementara itu, Fadlurrahman, M.P.A., Direktur Janardana Pustaka Media sekaligus Chair of Organizing Committee ICISSS 2026, melaporkan perkembangan pelaksanaan konferensi yang menunjukkan respons luar biasa dari komunitas akademik.
Menurutnya, pada tahap awal panitia menerima 459 abstrak dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan. Setelah melalui proses seleksi, review, dan konfirmasi keikutsertaan, sebanyak 310 artikel dinyatakan siap untuk dipresentasikan dalam sesi paralel ICISSS 2026.
“Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme akademisi dan peneliti terhadap konferensi yang mengangkat isu-isu interdisipliner dan keberlanjutan. Kami optimis ICISSS 2026 akan menjadi forum akademik yang produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Perkuat Jejaring Akademik Nasional dan Internasional
Melalui penandatanganan MoU konsorsium ini, seluruh institusi yang tergabung berharap dapat membangun sinergi yang lebih kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, konsorsium diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring akademik nasional maupun internasional serta melahirkan berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan di masa mendatang.
Penandatanganan MoU dan penyelenggaraan ICISSS 2026 menjadi langkah awal yang menandai lahirnya sebuah gerakan kolaborasi akademik lintas institusi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, transformasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.
https://jarpusmed.org/wp-content/uploads/2026/06/ChatGPT-Image-Jun-23-2026-12_18_27-AM-1-1024x384.png






